"Sampai Kapan, Bunda Pertiwi?"
by : Jonathan

Dibalik senyum lebar kaum proletar, dan
              -Indahnya suara penghuni belantara
Pastilah tersembunyi duka yang tak kentara
              -Akibat pemerkosaan terhadap alam negerinya.

Namun di balik para pembakar hutan
              -Umpama buah simalakama
Selalu ingat bahwa mereka juga kaum kerja
              -Antara diri dan negerinya, mereka terjebak

Nestapa memang hidup di negeriku
              -Tak bisakah Eka Tjipta Widjaja-atau siapapun itu,
Ambil kapak dan tebang hutan itu seorang diri?
              -Rakus sedemikiankah ia?
Angkat kakimu, wahai serakah, keluar dari negeriku!

Ada anak bertanya kepada Bunda Pertiwinya
              -"Ibu, kapan penderitaan ini akan selesai"-ujarnya sesak karena kabut asap
"Dibenci sebegitunyakah kita oleh si pencuri itu?"
              -"Ibu, sampai kapan 'kan begini?"-si anak terus mendesak
Termenunglah Bunda Pertiwi-sambil terisak.

Untuk kawan-kawan seperjuangan yang menentang pemerkosaan terhadap Bunda Pertiwi, di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua-dan di lain-lain tempat, dimanapun Saudara berada. Yakinlah bahwa, pada akhirnya, Revolusi akan selalu menang.