Goresan Merah
by : Rania Taufiq

Tatkala memerah senja dan berhilirnya air
Aku duduk di antara mimpi dan ambisi yang tak pernah mengalir
Untuk sedetik berpikir

Di tanganku sebuah buku merah yang biru
Di dalamnya mengalir darah seperti nadiku
Pena hitam nan kelabu
Aku pun terduduk membisu

Kata demi kata aku baca
Lirik demi lirik dan aksara yang digores merah
Hati yang terluka dekat dengan cinta
Jauh dari asa
Karena tetap saja ekspektasi tak sesuai dengan realita
Selalu masalah fakta

Biarlah, aku berkata walau tak suatu pun mendengar
Hening namun di sekitarku semilir angin menemani monolog hampa
Biarlah kamu sakit sendiri
Biarlah dia yang telah lama pergi
Biarlah air yang tak pernah mengalir
Biarlah goresan yang tak pernah pudar
Dengan lukamu yang selalu berputar
Biarlah
Biarlah rindu berkobar

-nit.